Layanan Unggulan

Memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan jantung Anda dengan menyediakan pelayanan berkualitas.

Selamat datang di JHVC
Menanggapi adanya kebutuhan akan layanan khusus untuk penyakit jantung yang nyaman, modern dan canggih, pada 9 September 2006 kami hadirkan layanan ini dengan nama Jakarta Heart & Vascular Center. Jakarta Heart & Vascular Center atau disingkat JHVC, hingga saat ini telah melayani pasien-pasien dengan segala kondisi baik pasien Kelapa Gading, Jakarta maupun luar kota. JHVC memberi solusi bagi Anda yang membutuhkan pelayanan lebih. Poli Spesialis JHVC hadir dengan suasana yang nyaman, peralatan modern dan canggih serta petugas, perawat dan Dokter-dokter yang professional dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. JHVC berada di lantai 1 RS MITRA KELUARGA KELAPA GADING
JHVC …your partner to reach a better life
 

Fasilitas JHVC

Jakarta Heart & Vascular Center (JHVC)

Adalah Pusat penanganan jantung dan pembuluh darah swasta di Indonesia yang lahir atas wujud kerinduan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat.Komitmen kami adalah memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan jantung Anda dengan menyediakan pelayanan berkualitas, didukung oleh para ahli medis, paramedis dan petugas non-medis yang berpengalaman, serta berdedikasi tinggi dengan ditunjang peralatan yang modern dan canggih. Profesionalisme adalah ciri khas kami.

Fasilitas & Pelayanan

  1. Preventive Heart & Vascular Care (Pencegahan)
  2. Cardiac Health Screening (Pemeriksaan/Diagnostik)
    • ECG=Electrocardiography (Rekam Jantung)
    • Treadmill=Stress Testing (Uji Latih Jantung)
    • Holter Monitoring (Rekam listrik jantung 24 jam)
    • Ambulatory BP (Rekam tekanan darah 24 jam)
    • Echo/ Vascular Doppler (USG Jantung / pembuluh darah)
    • Chest X-Ray (Rontgen dada)
    • Multi Slice CT Cardiac (Pemotretan jantung dengan CT Scan)
    • Angiografi Koroner (Coronary Angiography) & Angiografi Pembuluh darah tepi (Peripheral Angiograpy)
    • Heart Catheterisation (Kateterisasi Jantung)
    • Electrophtsiology Study (Pemeriksaan aktifitas listrik jantung)
  3. Consultation & Second Opinion (Konsultasi)
  4. Treatment (Terapi / Pengobatan)
    • PCI (Coronary Angioplasty/Stent) = Pemasangan stent (Kasus koroner)
    • PTA (Peripheral Angioplasty)/ Stent = Pemasangan stent (kasus pembuluh darah tepi)
    • Permanent Pacemaker (Pemasangan pacu jantung permanen)
    • Ablation Therapy (Terapi gangguan kelistrikan/irama jantung)
    • Open Heart Surgery (Bedah jantung terbuka / by pass)
    • Heart Failure (Gagal jantung)
    • Hypertention (Tekanan darah tinggi)
  5. Cardiac Rehabilitation
  6. Cardiac Emergency Treatment (24 hours)
    • Emergency Service (Gawat darurat)
    • Primary PCI (Pelebaran pembuluh koroner & pemasangan stent – tanpa penundaan)
    • Temporaray Pacemaker (Pemasangan pacu jantung sementara)
    • Ambulance

Untuk Informasi dan Pelayanan :
(021) 4585 2700 & 4585 2800, ext : 1777

Foto_dr__Jimmy_copy

Selama ini, banyak orang awam belum paham tentang bedah saraf yang sering dialami. Yang sering dialami adalah kelainan – kelainan berupa nyeri kepala, gerakan tangan dan kaki yang lemah, kesemutan yang secara keseluruhan adalah manifestasi kelainan pada jaringan saraf, baik di otak, tulang belakang, ataupun di saraf tepi. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan terhadap kelainan-kelainan tersebut adalah operasi yang perlu ketrampilan khusus dan ketelitian yang sangat tinggi.

Gangguan saraf ada yang memerlukan operasi, namun ada juga yang tidak. Operasi yang dilakukan umumnya adalah operasi bedah makro yang kadang menimbulkan resiko yang tidak sedikit, seperti perdarahan, kelumpuhan, pembengkakan, dan bahkan kematian.

Operasi tumor di otak dapat menyebabkan gangguan pada organ – organ dan bahkan kematian. Hal ini karena otak dikelilingi oleh jaringan – jaringan saraf yang sangat sensitif dan mempunyai fungsi – fungsi tertentu pada tubuh, seperti pernafasan, peredaran darah, gerak motorik dan sensorik serta sistem kesadaran.

Teknik Bedah Saraf Mikro

Teknik ini adalah Teknik Bedah Saraf dengan menggunakan Mikroskop dan alat Microinstrument. Teknik ini dapat digunakan pada kasus – kasus :

  • Tumor Otak & Tumor pada Tulang Belakang
  • Gangguan atau kelainan pada system saraf pusat (otak & saraf tulang belakang) serta saraf tepi (yang berada pada bagian – bagian tubuh).

Contoh : Saraf terjepit (HNP/Hernia Necleus Pulposus)

  • Gangguan atau kelainan pada pembuluh darah otak, seperti:
  • Kelainan pembuluh Darah Otak, seperti aneurisma (pelebaran pembuluh darah) dan Arteriovenous Malformation (terjadi hubungan persambungan pembuluh darah arteri, sehingga darah arteri langsung masuk ke vena).
  • Pada gangguan peredaran darah ke otak yang disebabkan karena penyempitan atau penyumbatan (STROKE)
  • Transplantasi saraf
  • Gerakan otot – otot wajah pada satu sisi yang berulang (Facial Tics)

Keunggulan Teknik Bedah Saraf Mikro

  • Bagian – bagian yang terkena gangguan lebih detail terlihat & dapat dikoreksi tanpa mencederai struktur lain di sekitarnya.
  • Meminimalkan komplikasi selama tindakan operasi
  • Resiko infeksi hampir tidak pernah terjadi, karena luka operasi jauh lebih kecil dibandingkan pada Teknik Bedah Makro.

Untuk Informasi dan Pelayanan :
(021) 4585 2700 & 4585 2800, ext :5500 & 5501

 

Gangguan kesuburan (infertilitas) adalah kondisi ketidakmampuan pasangan suami istri untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang teratur selama 1 tahun atau lebih tanpa memakai alat kontrasepsi.

Gangguan kesuburan dapat berasal dari suami atau istri ataupun keduanya. Penyebabnya antara lain: 35% faktor sperma, 35% sumbatan saluran telur, 15% gangguan ovulasi, 5% jarang melakukan hubungan dan 10% penyebab lain yang tidak diketahui.

Bagi wanita khususnya, usia merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi tingkat kesuburan. Usia 20-35 tahun adalah usia optimal untuk reproduksi wanita. Semakin bertambahnya usia wanita, maka peluang untuk mendapatkan kehamilan akan semakin menurun. Jika dalam setahun menikah belum menunjukkan adanya tanda-tanda kehamilan, segera konsultasikan kesehatan reproduksi anda dan pasangan.

M-brio Klinik Fertilitas dan Kesuburan di RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading, hadir untuk memberikan pelayanan yang paripurna pada pasangan suami istri yang mengalami masalah infertilitas. Dengan dukungan tenaga profesional dan dikelola oleh tim ahli yang bekerja secara terpadu, kami senantiasa bersama dengan Anda untuk mempersiapkan kehadiran buah hati yang telah lama dirindukan. Keramahan dan profesionalisme menjadi landasan kami dalam memberikan pelayanan terbaik.

Beberapa pelayanan yang dapat ditangani di Klinik Mbrio di Mitra Keluarga Kelapa Gading antara lain :

  1. Konsultasi dengan para Dokter Spesialis, Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Andrologi, Urologi, Penyakit Dalam, Radiologi.
  2. Pemeriksaan Ultrasonografi (Abdominal & Transvaginal)
  3. Pemeriksaan Hysterosalphingography (HSG).
  4. Laparoskopi Diagnostik & Operatif
  5. Pemeriksaan Hormonal.
  6. Analisa & Preparasi Sperma
  7. Inseminasi buatan
  8. Induksi ovulasi terkontrol untuk proses bayi tabung

Fasilitas penunjang yang tersedia :

  • Ruangan konsultasi yang nyaman dan khusus
  • Laboratorium Pemeriksaan hormone yang akurat dan cepat.
  • Radiologi (Pemeriksaan HSG yang nyaman)
  • Analisa & preparasi sperma untuk inseminasi dengan ruangan khusus & nyaman saat pengambilan sperma.
  • Farmasi (tersedia obat-obatan untuk kasus fertilitas)
  • Kamar operasi untuk tindakan laparoskopi diagnostik maupun operatif.

Informasi pelayanan:
021-4585 2700, Ext: 5550

Rehab center merupakan suatu tempat pelayanan Rehabilitasi Medik terpadu dengan tim – tim multidisiplin. Program Rehabilitasi Medik dilaksanakan secara tim yang terdiri dari Dokter Spesialis, Fisioterapi, Okupasi Terapis, Terapis Wicara, Ortotis & Perawat.

Fasilitas & Pelayanan di Mitra Keluarga Kelapa Gading :

  • Rehabilitasi Nyeri

Nyeri pada leher, nyeri bahu, nyeri pundak, nyeri pinggang, nyeri kaki dan tangan, baik yang dirasakan menjalar ataupun hanya nyeri lokal.

Penanganan nyeri dapat menggunakan alat seperti: TENS, Inteperental Terapi, Massage, IRR, Ultrasound, shockwave therapi.

  • Rehabilitasi Kelainan pada Tulang & Sendi

Pemulihan setelah operasi pada tulang anggota gerak badan, patah tulang belakang, sendi (rematik), pengapuran pada sendi (osteoarthritis) dan pencegahannya, serta rehabilitasi osteoporosis (senam osteoporosis).

  • Rehabilitasi Kelainan Postur pada Remaja

Penanganan kelainan postur seperti kifosis (bungkuk) dan skoliosis (tulang belakang melengkung menyamping), dan lainnya. Untuk penyandang skoliosis < 17 tahun dengan pembengkokan < 40 derajat dapat diatasi dengan program rehabilitasi tulang belakang yang berupa pemasangan brace (dilakukan untuk koreksi), latihan peregangan, penguatan otot serta perbaikan postur tubuh. Tujuan dari program latihan ini adalah agar skoliosis tidak menjadi lebih parah, membuat otot – otot lebih kuat, tampilan lebih baik, kualitas hidup lebih baik serta bebas nyeri.

  • Rehabilitasi Penyakit Saraf
  • Melatih kembali aktifitas fungsional penderita penyakit yang diakibatkan karena adanya gangguan pada saraf dengan cara bertahap agar mencapai kemandirian yang maksimal sesuai dengan prognosis penyakit, dengan berbagai metode, seperti: Bobath, PNF, Kognisi, Sensori & Integrasi. Dalam hal ini seperti pada penyakit Stroke Hemorargik/Non Hemorargik, Perkinson, Guillian Barre Syndrome, Alzheimer, saraf kejepit, dll.
  • Melatih kembali pasien yang mengalami gangguan bicara ataupun menelan pada pasien dengan penyakit pada gangguan saraf (stroke, Perkinson, GBS)
  • Rehabilitasi Penyakit Jantung & Paru – Paru
  • Dapat dilakukan dengan cara terapi uap (Nebulizer), yaitu menggunakan atau tanpa tambahan modalitas diathermy, seperti UKG/IRR.
  • Pada pasien penderita batuk kronis, sesak nafas, nafas pendek ataupun pasca operasi jantung dan paru – paru dengan cara mengajarkan teknik bernafas yang lebih relax, fisioterapi pada dada dimana termasuk di dalamnya latihan pengembangan dada, mobilisasi dada, manajemen bentuk yang efektif dan ditambahkan dengan tapotement (tapping, clapping, vibrasi, shaking, dll).
  • Melatih Ketahanan Jantung & Paru, khususnya pada pasien pasca operasi jantung & paru dengan aktifitas yang disesuaikan dengan progress pada proses penyembuhan setelah operasi, seperti: Mobilisasi bertahap, Endurance exercise/meningkatkan ketahanan.
  • Rehabilitasi Tumbuh Kembang pada Anak

Memberikan latihan pada anak yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang & fungsional yang seharusnya sesuai dengan usia anak tersebut seperti pada anak dengan Delay Development, Cerebral Palsy, Down Syndrome, Hydrocephalus, dll.

Melatih konsentrasi pada anak yang mengalami gangguan seperti pada penderita Autisme, ADHD, penanganan gangguan belajar (learning disability), dll.

 

Untuk Informasi dan Pelayanan :
(021) 4585 2700 & 4585 2800, ext : 5110

Endoskopi adalah pemeriksaan atau tindakan pengobatan ke dalam saluran pencernaan yang mempergunakan peralatan berupa teropong (endoskop).

Tindakan Endoskopi

Dapat dibedakan menjadi 3 :

  • Gastroskopi (Gastroscopy), digunakan untuk melihat dan mengetahui keadaan serta melakukan tindakan terapi dalam rongga saluran cerna bagian atas mulai dari tenggorokan (esophagus), lambung (maag) sampai ke usus 12 jari (duodenum).
  • Kolonoskopi (Colonoscopy), digunakan untuk melihat dan mengetahui keadaan serta tindakan terapi dalam rongga saluran cerna bagian bawah (usus besar) dan bagian akhir usus halus.
  • ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography), yaitu pemeriksaan untuk melihat kelainan dan tindakan terapi di dalam saluran empedu & pankreas.

Keunggulan Pemeriksaan Endoskopi Saluran Pencernaan :

  1. Dapat melihat dengan jelas lokasi dan jenis kelainan dalam rongga saluran cerna secara langsung pada penderita dengan bantuan monitor dalam waktu yang singkat serta akurasi yang tinggi.
  2. Hasil pemeriksaan dapat langsung dicetak, kelainan langsung didiagnosa dan segera ditentukan cara mengatasinya.
  3. Dapat dipakai untuk melakukan tindakan pengobatan kelainan saluran cerna (atas dan bawah), dengan resiko yang jauh lebih ringan dari operasi
  4. Pada kondisi tertentu dapat menggantikan fungsi tindakan operasi, lebih nyaman, biaya lebih murah, dan rawat inap lebih singkat.
  5. Dapat juga dilakukan pada bayi & anak. Untuk kenyamanan dan mengurangi trauma selama tindakan dapat dilakukan pembiusan umum.

Kegunaan Teknik Endoskopi :

  • Gastroskopi (Gastroscopy), dipakai untuk :
  1. Menentukan diagnosa penderita dengan keluhan saluran cerna yang berulang (kronis) atau berat, dengan keluhan seperti: nyeri pada ulu hati, kembung, mual & muntah.
  2. Melihat dan mengetahui perdarahan saluran cerna atas (ditandai dengan muntah darah) serta menentukan sumber perdarahan dan menghentikan perdarahan tersebut.
  3. Pengobatan varices tenggorokan (esophagus)
  4. Mengangkat daging tumbuh (polip) di tenggorokan (esophagus) atau daging tumbuh (polip) pada lambung.
  5. Mengambil benda – benda yang tertelan seperti: koin, gigi palsu, duri ikan, batu baterai (jam tangan), kancing, dll
  6. Melakukan Gastrostomi, adalah tindakan membuat lubang secara langsung pada lambung untuk memberikan makanan pada keadaan atau kondisi tertentu.
  • Kolonoskopi (Colonoscopy), dipakai untuk :
  1. Melihat dan mengetahui kelainan saluran cerna bawah (ditandai dengan buang air besar berdarah) serta menentukan sumber perdarahan dan menghentikan perdarahan tersebut.
  2. Menentukan penyebab diare yang kronis/menahun
  3. Menentukan penyebab sembelit yang kronis
  4. Mendeteksi kanker usus stadium awal dan lanjut
  5. Mencari penyebab sakit perut kronis
  6. Mengangkat daging tumbuh (polip) di usus besar
  • ERCP, dipakai untuk:
    1. Mengetahui kelainan di kantong empedu, saluran empedu dan saluran pankreas (kelenjar liur perut), antara lain: batu empedu, tumor, radang.
    2. Mengambil batu di saluran empedu
    3. Mengatasi sumbatan saluran empedu/pankreas akibat tumor, radang, batu, dll.
    4. Dan mengatasi kelainan – kelainan yang ada di saluran empedu.

Prosedur Tindakan Endoskopi :

  1. Pasien datang ke Counter Rawat Inap dengan membawa surat rujukan dari Dokter (baik Dokter RS Mitra Keluarga Kelapa Gading atau pun Dokter Luar).
  2. Petugas Counter Rawat Inap akan mendaftarkan baik sebagai pasien Rawat Inap atau ODC.
  3. Petugas Counter Rawat Inap akan meghubungi Bagian Endoskopi untuk melakukan perjanjian
  4. Pasien menuju Ruang Endoskopi (atau pun dapat melalui telpon), kemudian petugas Endoskopi melakukan perjanjian dengan Dokter Spesialis yang diinginkan dan memberikan keterangan mengenai persiapan – persiapan yang harus dilakukan sebelum tindakan, seperti pada:
    • Tindakan Gastroskopi

Pada dewasa, puasa (makan & minum) selama 6 – 8 jam.

Pada bayi dan anak, puasa (makan & minum) selama 4 – 6 jam.

  • Tindakan Konoskopi

Persiapan 24 jam, puasa & diet makanan tanpa serat, diikuti dengan memberikan obat pencuci perut untuk membersihkan usus dari seluruh kotoran.

  • Tindakan ERCP

Puasa (makan & minum) selama 6–8 jam dan harus dirawat selama 1 (satu) malam untuk melihat kondisi pasien setelah tindakan.

  1. Pada waktu yang telah ditentukan untuk tindakan, maka pasien harus mendaftar ulang di Counter Rawat Inap & mengisi Formulir Persetujuan Tindakan.
  2. Pasien dibawa menuju Ruang Endoskopi dan siap melakukan tindakan.

 

Di MITRA KELUARGA KELAPA GADING, Endoskopi menggunakan komputer pendukung dengan jenis MEDIVIEW, dimana gambar yang dihasilkan berwarna serta dapat di rekam dalam CD dan hasil print out berwarna sangat jelas. Teropong (scope) dilengkapi dengan Narrow Band Imaging (NBI) sehingga dapat mendeteksi dini adanya sel – sel dalam saluran cerna yang dapat menjadi sel – sel kanker.

Kapsul Endoskopi (Capsule Endoscopy)

Adalah suatu pemeriksaan untuk saluran pencernaan dengan menggunakan sebuah kapsul kecil, di dalamnya terdapat kamera mini. Kapsul tersebut dapat mengambil gambar keadaan sepanjang usus setelah ditelan oleh pasien.

Prinsip Penggunaan

  1. Kapsul Endoskopi berukuran hampir sama dengan kapsul obat biasa, sehingga dapat mudah ditelan.
  2. Setelah ditelan maka akan segera dapat mengambil gambar di dalam usus sepanjang perjalanannya sampai ke anus, dan gambar tersebut dapat ditransfer ke komputer.

Prosedur Penggunaan :

  1. Pasien akan dipersiapkan dengan pembersihan isi saluran pencernaan untuk mendapat gambar yang baik.
  2. Pasien akan dipasang alat perekam yang ditempelkan di perut dengan menggunakan semacam sabuk & kemudian kapsul ditelan oleh pasien.
  3. Memerlukan waktu selama 8 – 10 jam. Selama pemeriksaan pasien dapat tetap beraktifitas.
  4. Kapsul Endoskopi bersifat disposable (setelah dipakai tidak dapat dipakai lagi).
  5. Setelah ditelan kapsul tersebut akan keluar bersama feces (kotoran)

Pada keadaan apa saja pemeriksaan ini diperlukan ?

  1. Untuk mendiagnosa kelainan di usus halus yang tidak dapat dicapai oleh endoskopi biasa.
  2. Mencari penyebab perdarahan di saluran cerna yang tidak dapat dilihat dengan tindakan endoskopi biasa
  3. Mencari penyebab anemia yang tida jelas penyebabnya.
  4. Mencari penyebab nyeri perut yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya dengan prosedur konvensional/biasa.
  5. Lain – lain.

Keunggulan : 

Prosedur nyaman bagi pasien karena:

  1. Tindakan tidak menimbulkan rasa sakit pada pasien, karena tidak menggunakan teropong (sejenis kabel yang dilengkapi dengan kamera).
  2. Tidak memerlukan pembiusan
  3. Tidak ada komplikasi
  4. Kualitas gambar yang diperoleh dapat memberikan informasi yang jelas untuk diagnosa.
  5. Dapat dilakukan juga pada anak – anak.

Saat ini pemeriksaan hanya dapat dilakukan di MITRA KELUARGA KELAPA GADING

Kontraindikasi

Pemeriksaan ini tidak boleh dilakukan pada:

  1. Pasien dengan tanda penyumbatan usus
  2. Pasien yang mengalami gangguan menelan
  3. Pasien yang pernah melakukan operasi pada bagian perut, kec. operasi usus buntu tanpa komplikasi.

Untuk Informasi dan Pelayanan :
(021) 4585 2700 & 4585 2800, ext : 5112

 

Pelayanan kesehatan terpadu dalam menangani penyakit diabetes dan tiroid.

Dilengkapi fasilitas pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi, dan tenaga medis spesialistik yang kompeten untuk deteksi dini (screening) dan
penanganan komplikasi diabetes dan tiroid, hingga pencegahan timbulnya berbagai komplikasi.

Untuk Informasi dan Pelayanan :
(021) 4585 2700 & 4585 2800, ext :5500 & 5501

Pelayanan yang diberikan Kid’s Foot⁺ di Mitra Keluarga Kelapa Gading

  • Rehabilitasi Kelainan Kaki pada Anak (Kid’s Foot⁺) dan DWS
  • Penanganan masalah tungkai (kelainan bentuk tungkai seperti genu varum bentuk O atau g. valgun bentuk X), gangguan gaya berjalan serta masalah kaki lainnya.
  • Pembuatan cetakan kaki untuk koreksi kaki
  • Pemeriksaan tungkai pada keadaan tidur dan dinamis (berjalan)
  • Terapi latihan berjalan

Untuk Informasi dan Pelayanan :

(021) 4585 2700 & 4585 2800, ext : 1139